Senin, 25 April 2016


PRESS RELEASE
Peduli Lingkungan Peduli Bumi Kita

Lingkungan dan bumi, merupakan dua hal yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari manusia. Terdpat pula kaitan yang erat diantara keduanya, dimana lingkungan yang terawat akan menjadikan bumi kita indah namun sebaliknya lingkungan yang yang tak terawatt akan menjadikan bumi kita menjadi rusak dan tak nyaman lagi untuk ditinggali.

Kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan masih banyak tak dimiliki oleh orang di luar sana. Namun ternyata kesadaran ini menjadi hal yang cukup diperhatikan oleh mahasiswa/i Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISH), Universitas Bunda Mulia. Kesadaran tersebut diwujudkan dalam bentuk pengadaan sebuah kegiatan bernama “Social Science Week (SSW)”.

            Adapula salah satu rangkaian kegiatan yang ada di dalamnya adalah sebuah lomba penulisan artikel, dan juga lomba fotografi. Tema dari lomba yang diadakan adalah “Earth Focus for The Future”. Dan karya dari para peserta lomba dipamerkan di The UBM Plaza (TUPA), lantai dasar Universitas Bunda Mulia.

Lomba ini diadakan oleh mahasiswa/i yang tergabung dalam klub fotografi “Click” dan klub jurnalis “Jurnal Is Me”, yang merupakan klub program studi Ilmu Komunikasi. Para panitia begitu semangat mengadakan kegiatan ini, dengan harapan agar mahasiswa/i dapat turut berpartisipasi aktif dalam mengkritisi kondisi lingkungan. 

Selain itu harapan lain dari seorang panitia bernama Hana, “Saya berharap dengan adanya kegiatan ini mahasiswa dapat lebih aktif di dalam klub, dan juga dapat menjadi lebih peduli terhadap lingkungan.”

Kegiatan ini cukup ramai dikunjungi oleh mahasiswa yang bersemangat dan ingin turut peduli terhadap keadaan lingkungan. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu mahasiswi bernama Asri, “acara ini sangat bagus, karena dapat memberikan pengajaran kepada kita mengenai lingkungan dan keadaan bumi saat ini.”

Kegiatan SSW dari Universitas Bunda Mulia dapat dikatakan tergolong berhasil. Sebab kegiatan ini mampu menarik antusiasme dari para mahasiswa. Dan acara ini juga menjadi sangat meriah dengan adanya sejumlah hiburan menarik yang disuguhkan oleh pihak panitia. Semoga karya dari para mahasiswa/i ini sungguh dapat memberi manfaat yang positif.

~ Selesai ~

Intan Purnamasari
Universitas Bunda Mulia
Jl. Lodan raya no. 2, Ancol, Jakarta Utara
0897 8279 998
intanelf11@gmail.com

Masa Depan Bumi Ada di Tangan Kita


Bumi merupakan sebuah planet yang indah, sebuah tempat dimana setiap mahluk hidup tinggal. Sebuah tempat bagi kita mewujudkan mimpi, dan sebuah tempat yang akan kita wariskan tuk generasi kita selanjutnya. Namun mampukah kita mewariskan bumi yang indah?


Berdasarkan pemikiran tersebut, sebuah kegiatan bertema “Earth Focus For The Future” diadakan oleh mahasiswa/i Universitas Bunda Mulia. Tema tersebut diangkat untuk menyampaikan pesan tentang pelestarian bumi untuk kehidupan masa depan. Kegiatan ini dibuat oleh 2 klub pada program studi Ilmu Komunikasi (Ikom), yakni klub para penulis “Journal Is Me” dan klub Fotografi “Click”.


Kegiatan Earth Focus For The Future dilaksanakan pada tanggal 18 – 23 April 2016, dan bertempat di The UBM Plaza (TUPA), lantai dasar Universitas Bunda Mulia. Kegiatan ini dilaksanakan juga bersamaan dengan sebuah kegiatan bazaar yang dilakukan oleh para mahasiswa di mata kuliah Business and Enteurpreneurship Start Up. Hal ini menjadikan kegatiatan pameran tersebut cukup ramai pengunjung.
 
Dalam kegiatan Earth Focus For The Future ini juga dipamerkan tulisan dan foto yang merupakan karya-karya terbaik dari para mahasiswa. Tulisan dan foto tersebut juga dilombakan, dan voting menjadi pilihan cara penilaian karya. Setiap pengunjung memiliki hak untuk memberikan suara kepada karya tulisan dan foto yang dianggap paling bagus dan menarik. Dan voting tersebut diberikan dengan cara menuliskan komentar pada secarik kertas yang disediakan oleh pihak panitia.


Selain para panitia, para peserta lomba dari kegiatan ini juga terlihat cukup antusias. Hal ini terlihat dari apa yang diungkapkan oleh salah satu peserta lomba kategori karya tulis Simon, “Saya ingin menjadi peserta, karena melalui karya tulis yang dibuat saya dapat mengkritisi bagaimana kondisi bumi sekarang.” Sementara Hendri seorang peserta lomba lainnya memberikan alasan berbeda untuk mengikuti lomba, “Selain saya memang punya niat untuk mengkampanyekan gerakan peduli lingkungan, menuli juga merupakan hal yang selalu membuat saya dapat mengeksplor imajinasi”, ujarnya.

Para pengunjung yang datang mengunjungi tempat pameran juga turut memberikan komentar-komentar positif mengenai pengadaan acara kegiatan ini. “Acara ini cukup bagus, karena melalui karya tulisan dan foto teman-teman, kita akhirnya dapat lebih mengetahui tentang kondisi bumi kita saat ini.”

Kegiatan ini diadakan dengan harapan agar setiap orang terutama para mahasiswa/i Universitas Bunda Mulia dapat mendapatkan edukasi mengenai bumi kita tercinta. Baik edukasi berupa informasi megenai keadaan bumi saat ini, serta edukasi mengenai beragam hal yang dapat dilakukan sebagai upaya membantu pelestarian bumi.

Adapula harapan lain dari pengadaan kegiatan ini yang diungkapan oleh salah seorang panitia bernama Hana, “harapannya adalah semoga semakin banyak orang yang sadar dengan adanya kegiatan Ilmu Komunikasi. Sehingga para mahasiswa Ikom bukan hanya pandai bicara, namun juga dapat memberikan sesuatu yang berguna seperti hasil tulisan dan foto.”

Gerakan peduli lingkungan memang merupakan hal yang penting dan harus kita perhatikan. Bumi kita adalah untuk kita dan untuk generasi kita di masa mendatang. Jangan sampai kita mewariskan bumi yang tak lagi indah bagi generasi mendatang nanti, masa depan bumi ada di tangan kita. Kalau buka kita yang mau memulai tuk peduli, lalu siapa lagi? (IN)

Kamis, 21 April 2016

Bumi Kita Untuk Kita

Satu Jam Selamatkan Bumi


Bumi tempat kita tinggal, tempat kita beraktivitas. Namun, apakah kita telah melalukan tindakan yang berguna bagi bumi kita tercinta? Satu jam selamatkan bumi, bagaimana bisa? Tak perlu lakukan hal yang sulit untuk turut menjaga bumi, mulailah dark hal kecil dan dari diri kita sendiri.

Bagaimana cara kita menyelamatkan bumi dalam waktu satu jam? Hal ini tentu terdengar seperti hal yang mustahil. Namun, ternyata kita dapat melakukannya dengan melaksanakan kegiatan bernama "Earth Hour".

Earth Hour merupakan kampanye inisiasi publik, menyatukan masyarakat dari seluruh dunia untuk merayakan komitmen gaya hidup energi dengan cara mematikan lampu dan alat elektronik selama satu jam. Kegiatan ini telah dilakukan di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Di tahun ke-8 di Indonesia, Earth Hour 2016 akan diselenggarakan pada tanggal 19 Maret 2016, pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat. Kegiatan mematikan lampu dan alat elektronik ini ternyata merupakan kegiatan untuk mencegah pemanasan global. Sebab ternyata tanpa kita sadari, penggunaan listrik yang berlebihan dapat berdampak pada pemanasan global.

Kegiatan Earth Hour juga telah mendapat dukungan dari pemerintah Indonesia, serta memperoleh respon positif dari masyarakat. Salah satu bukti nyata dukungan pemerintah adalah seperti yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Beliau meminta para pemilik gedung di Jakarta memadamkan listrik pada Earth Hour selama 1 jam.

"Mengimbau seluruh masyarakat DKI Jakarta untuk ikut memadamkan lampu dan elektronik pada malam ini, pukul 20.30-21.30 WIB. #EarthHour2016," tulis Ahok lewat akun twitternya @basuki_btp.

Setelah itu Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil juga menyatakan ajakan untuk turut serta dalam kegiatan Earth Hour melalui akun twitternya @ridwankamil, "Ada alasan ilmiah tidak malam mingguan. Ayo gabung Earth Hour, matikan lampu jam 20.30-21.30 WIB, malam ini." 

“Saya mendukung kegiatan Earth Hour, karena dengan kegiatan ini saya dapat membantu menyelamatkan bumi. Dan caranya mudah, hanya perlu mematikan lampu dan alat elektronik yang dimiiliki selama satu jam saja.” Itulah salah satu komentar positif yang diungkapan Silviana saat ditemui di salah satu terminal halte transjakarta.

Adapula seorang mahasiswa yang turut mengungkapkan pendapatnya mengenai Earth Hour, bernama Nesia, “Tidak sulit hanya mematikan lampu dan alat elektronik selama satu jam. Namun bila setiap orang melakukannya, dampak penyelamatan bumi akan sangan besar.”

Marilah kita bersama-sama menjaga bumi kita. Menjaga bumi agar tetap menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi generasi kita selanjutnya. Mulailah dari sendiri dengan melakukan hal yang kecil. Kemudian ajak serta kerabat serta teman kita. Mari kita maksimalkan kegiatan hemat energy, Earth Hour. Hanya satu jam namun mampu membantu menyelamatkan bumi.