Seorang pria berwajah chinese oriental,
dengan garis wajah yang tegas tampak sedang duduk tenang di sebuah ruangan.
Wajahnya tegas namun masih berhiaskan keramahan dan seyuman.
Balutan baju Batik
berwarna coklat dengan celana panjang hitam menjadikan sosok pria ini terlihat sangat
gagah dan berwibawa. Ia sedang duduk di ruang
kerjanya, namun tak tampak satu aktivitas pun yang sedang dikerjakannya. Ia tampak begitu santai di
kursinya yang nyaman.
Nada bicara dan sikap
yang tegas merupakan dua hal yang yang sangat melekat pada sosok pria ini. Ia
adalah seorang pria kelahiran Bangka Belitung, 29 Juni 1966 dan merupakan orang nomor satu di DKI Jakarta saat ini, Basuki
Tjahja Purnama.
Seiring dengan
pengunduran diri Joko Widodo dari jabatannya debagai gubernur, Basuki Tjahja
Purnama atau yang akrab disapa Ahok, akhirnya berhasil menduduki kursi jabatan
sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Meski kini ia sudah mendapat jabatan
gubernur, ternyata
dahulu Ahok tak pernah sedikitpun berpikir bahwa dirinya akan terjun ke dunia
politik seperti saat ini. Seperti dilansir oleh RTV, berikut beberapa kisah
pejalanan
hidup Ahok hingga menjadi
orang nomor satu di DKI saat ini.
"Saya tidak pernah
berpikir akan masuk ke dunia politik, cita - cita saya dulu adalah menjadi
seorang konglomerat. Punya pulau, kapal pesiar, gunung, yahh.. pokonya punya
semuanya", inilah pengakuan Ahok saat diwawancara oleh Cheryl Tanzil, salah seorang wartawan RTV di ruang
kerjanya di Balai Kota.
Sejak duduk di bangku
sekolah sampai kuliah, Ahok tak pernah tertarik untuk ikut ke dalam organisasi
berbasis politik, seperti OSIS maupun Senat Mahasiswa. "Saya tidak pernah
ikut OSIS maupun Senat. Saat kuliah yang terpenting bagi saya hanya mendapatkan
gelar", akunya jujur.
Ayah dari Ahok bahkan
sudah berulang kali mendorong putranya ini untuk masuk ke dalam organisasi
berbasis politik. Namun ia tak pernah menggubris keinginan sang ayah.
Namun seiring dengan
berjalannya waktu, ternyata keinginan sang ayah tersebut bisa tercapai. Ahok
memanglah sosok yang sangat dermawan dan peduli
terhadap rakyat kecil. Ia memiliki keinginan mulia untuk membantu semua rakyat
kecil yang kesulitan.
"Kalau mau
membantu rakyat kecil dengan uang sendiri, hanya sedikit yang bisa dibantu
karena harta kita terbatas. Tapi kalau jadi pemerintah, kita bisa membantu
rakyat kecil secara luas", itulah wejangan yang didapat Ahok dari sosok
sang Ayah.
Ahok memulai meniti
karirnya di dunia politik di DPRD Bangka Belitung. Namun saat ia melihat
kinerja bupati Bangka Belitung yang kurang baik, ia membulatkan tekad untuk
menantang bupati Bangka Belitung tersebut.
Tahun 2005, Ahok
terpilih sebagai Bupati Belitung Timur melalui pilkada langsung. Tekad yang
menjadi dasar keinginanya untuk mencalonkan diri sungguh mulia. Kesejahteraan
Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi adalah tiga hal utama yang ingin dicapainya.
Seusai masa jabatannya
sebagai Bupati Belitung Timur, impian pria kelahiran Bangka Belitung ini
semakin besar. Ia berharap bisa mendapat jabatan yang lebih tinggi sebagai
gubernur.
Tahun 2012, Ahok
berhasil meraih jabatan sebagai wakil gubernur berpasangan dengan Joko Widodo
Presiden terpilih 2014. Lalu seiring dengan terpilihnya Jokowi sebagai
Presiden, jabatan Ahok pun melesat dari posisi sebagai wakil, menjadi Gubernur
DKI Jakarta.
Meskipun seringkali
menerima kritik dari masyarakat, tentang sikapnya yang
cenderung galak, namun tekadnya
untuk membangun kota Jakarta menuju arah yang lebih baik tak pernah pudar. Sistem kepemimpinannya sungguh tegas dan jujur. Tak
sedikitpun ia gentar menghadapi berbagai rintangan di hadapannya.
“Saya akan bekerja
semaksimal mungkin untuk membangun Kota Jakarta yang bebas banjir dan bebas
macet. Apapun resikonya saya tetap akan melaksanakan setiap rencana kerja yang
sudah dibuat”, inilah sepenggal kalimat yang dinyatakan dengan tegas oleh sang
Gubernur DKI Jakarta yang baru ini.
Ahok atau Basuki
Tjahja Purnama merupakan adalah sosok yang sungguh luar biasa. Ia bertekad
mengabdikan dirinya bekerja sekuat tenaga demi terealisasinya setiap rencana
pembangunan yang sudah lama terlelap. Ia juga bertekad untuk menciptakan negri
yang bebas dari kasus Korupsi, yang sudah berakar terlalu lama.
Korupsilah yang
telah menyengsarakan rakyat kecil, dan menyebabkan setiap rencana pembangunan
tak terealisasi. Hal inilah yang memotivasi Ahok untuk turun tangan mengawasi
dan memberantas tindak korupsi, mulai dari yang terkecil.
Ketegasan yang
dilakukan oleh Ahok selama ini adalah demi perbaikan negri. Ia tak mau ada
sikap ketidakadilan di negri ini. Ia tak mau melihat negri ini semakin
terpuruk. Hanya ada satu keinginannya yaitu menciptakan negri yang makmur dan
sejahtera.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar