Jumat, 10 Oktober 2014

POLITIK, JALAN UNTUK MEWUJUDKAN IMPIAN MULIA

Seorang pria berwajah chinese oriental, dengan garis wajah yang tegas tampak sedang duduk tenang di sebuah ruangan. Wajahnya tegas namun masih berhiaskan keramahan dan seyuman.

Balutan baju Batik berwarna coklat dengan celana panjang hitam menjadikan sosok pria ini terlihat sangat gagah dan berwibawa. Ia sedang duduk di ruang kerjanya, namun tak tampak satu aktivitas pun yang sedang dikerjakannya. Ia tampak begitu santai di kursinya yang nyaman.

Nada bicara dan sikap yang tegas merupakan dua hal yang yang sangat melekat pada sosok pria ini. Ia adalah seorang pria kelahiran Bangka Belitung, 29 Juni 1966 dan merupakan orang nomor satu di DKI Jakarta saat ini, Basuki Tjahja Purnama.

Seiring dengan pengunduran diri Joko Widodo dari jabatannya debagai gubernur, Basuki Tjahja Purnama atau yang akrab disapa Ahok, akhirnya berhasil menduduki kursi jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Meski kini ia sudah mendapat jabatan gubernur, ternyata dahulu Ahok tak pernah sedikitpun berpikir bahwa dirinya akan terjun ke dunia politik seperti saat ini. Seperti dilansir oleh RTV, berikut beberapa kisah pejalanan hidup Ahok hingga menjadi orang nomor satu di DKI saat ini.

"Saya tidak pernah berpikir akan masuk ke dunia politik, cita - cita saya dulu adalah menjadi seorang konglomerat. Punya pulau, kapal pesiar, gunung, yahh.. pokonya punya semuanya", inilah pengakuan Ahok saat diwawancara oleh Cheryl Tanzil, salah seorang wartawan RTV di ruang kerjanya di Balai Kota.

Sejak duduk di bangku sekolah sampai kuliah, Ahok tak pernah tertarik untuk ikut ke dalam organisasi berbasis politik, seperti OSIS maupun Senat Mahasiswa. "Saya tidak pernah ikut OSIS maupun Senat. Saat kuliah yang terpenting bagi saya hanya mendapatkan gelar", akunya jujur.

Ayah dari Ahok bahkan sudah berulang kali mendorong putranya ini untuk masuk ke dalam organisasi berbasis politik. Namun ia tak pernah menggubris keinginan sang ayah.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, ternyata keinginan sang ayah tersebut bisa tercapai. Ahok memanglah sosok yang sangat dermawan dan peduli terhadap rakyat kecil. Ia memiliki keinginan mulia untuk membantu semua rakyat kecil yang kesulitan.

"Kalau mau membantu rakyat kecil dengan uang sendiri, hanya sedikit yang bisa dibantu karena harta kita terbatas. Tapi kalau jadi pemerintah, kita bisa membantu rakyat kecil secara luas", itulah wejangan yang didapat Ahok dari sosok sang Ayah.

Ahok memulai meniti karirnya di dunia politik di DPRD Bangka Belitung. Namun saat ia melihat kinerja bupati Bangka Belitung yang kurang baik, ia membulatkan tekad untuk menantang bupati Bangka Belitung tersebut.

Tahun 2005, Ahok terpilih sebagai Bupati Belitung Timur melalui pilkada langsung. Tekad yang menjadi dasar keinginanya untuk mencalonkan diri sungguh mulia. Kesejahteraan Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi adalah tiga hal utama yang ingin dicapainya.

Seusai masa jabatannya sebagai Bupati Belitung Timur, impian pria kelahiran Bangka Belitung ini semakin besar. Ia berharap bisa mendapat jabatan yang lebih tinggi sebagai gubernur.

Tahun 2012, Ahok berhasil meraih jabatan sebagai wakil gubernur berpasangan dengan Joko Widodo Presiden terpilih 2014. Lalu seiring dengan terpilihnya Jokowi sebagai Presiden, jabatan Ahok pun melesat dari posisi sebagai wakil, menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Meskipun seringkali menerima kritik dari masyarakat, tentang sikapnya yang cenderung galak, namun tekadnya untuk membangun kota Jakarta menuju arah yang lebih baik tak pernah pudar. Sistem kepemimpinannya sungguh tegas dan jujur. Tak sedikitpun ia gentar menghadapi berbagai rintangan di hadapannya.

“Saya akan bekerja semaksimal mungkin untuk membangun Kota Jakarta yang bebas banjir dan bebas macet. Apapun resikonya saya tetap akan melaksanakan setiap rencana kerja yang sudah dibuat”, inilah sepenggal kalimat yang dinyatakan dengan tegas oleh sang Gubernur DKI Jakarta yang baru ini.

Ahok atau Basuki Tjahja Purnama merupakan adalah sosok yang sungguh luar biasa. Ia bertekad mengabdikan dirinya bekerja sekuat tenaga demi terealisasinya setiap rencana pembangunan yang sudah lama terlelap. Ia juga bertekad untuk menciptakan negri yang bebas dari kasus Korupsi, yang sudah berakar terlalu lama.

Korupsilah yang telah menyengsarakan rakyat kecil, dan menyebabkan setiap rencana pembangunan tak terealisasi. Hal inilah yang memotivasi Ahok untuk turun tangan mengawasi dan memberantas tindak korupsi, mulai dari yang terkecil.


Ketegasan yang dilakukan oleh Ahok selama ini adalah demi perbaikan negri. Ia tak mau ada sikap ketidakadilan di negri ini. Ia tak mau melihat negri ini semakin terpuruk. Hanya ada satu keinginannya yaitu menciptakan negri yang makmur dan sejahtera. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar